Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Apa itu 3D Printing? Bagaimana Cara Menggunakannya?

3D Printing dan Penjelasannya

3D Printing adalah proses pembuatan objek tiga dimensi (objek nyata) dari bahan baku tertentu dengan motede peletakan bahan secara berlapis-lapis. 3D printing juga disebut dengan Manufaktur Aditif. 

Manufaktur Aditif adalah teknologi manufaktur yang menambahkan material di atas material (berlapis-lapis) sehingga dapat membentuk suatu objek. Untuk dapat membuat objek 3d printing ini, digunakan sebuah alat yang disebut Printer 3D.

Berbeda dengan manufaktur objek 3D yang dilakukan oleh perusahaan menggunakan mesin-mesin besar, ukuran printer 3D tergolong kecil. Anda dapat meletakkannya dan memulai proses produksi hanya di atas meja kerja anda.

Bagaimana Printer 3D Bekerja?

Printer 3D mencetak objek dengan memanaskan bahan, kemudian lelehan bahan tersebut di susun secara berlapis. lapisan-lapisan yang banyak akan membentuk suatu objek tiga dimensi.

Di dalam printer 3D, ada beberapa komponen penting. Pertama adalah bahan baku, kedua adalah pemanas bahan, ketiga adalah bahan baku, keempat adalah  motor stepper dan ke lima adalah file .gcode yang berisi perintah menggerakkan motor stepper.

Lapisan-lapisan dari lelehan bahan baku ini, dapat diatur ketebalannya. Semakin tipis ketebalan suatu bahan yang di susun, maka semakin halus dan detail objek yang dihasilkan.

Umumnya ketebalan standart yang digunakan pada 3d printing adalah 0.3 hingga 0.2mm. Adapun beberapa printer mendukung mencetak dengan ketebalan lapisan hingga 0.05mm.

Berikut adalah video singkat dari Ultimaker, sebuah perusahaan pembauat printer 3D dan filament, bagaimana Printer 3D bekerja.

 


Jenis Bahan Baku Untuk 3D Printing

Saat ini telah banyak bahan baku yang juga disebut dengan filament untuk 3D Printer. Namun perlu diketahu bahwa, tidak semua bahan mendukung printer 3D.

Bahan yang paling umum dan mudah digunakan adalah Plastik, tepatnya PLA dan ABS. Bahan ini dapat digunakan pada printer-printer Murah <10 jt rupiah, karena untuk melelehkan filament ini hanya berkisar 100-300 derjat celcius.

Sedangkan bahan-bahan yang keras seperti metal, tidak bisa menggunakan printer murah, karena membutuhkan suhu yang sangat tinggi.

Adapun bahan yang telah tersedia saat ini dikutip dari all3dp adalah sebagai berikut.

1. Plastik (Termoplastik)

Ini merupakan bahan yang paling umum digunakan. Hampir seluruh printer 3D yang ada di dunia ini menggunakan bahan Plastik, selain harganya murah juga tergolong kuat.

Jika anda seorang pemula, saya menyarankan menggunakan bahan plastik untuk proses cetak objek 3d printing.

Adapun jenis detailnya adalah sebagai berikut:

  • ABS (Acrylonitrile Butadiene Styrene)
  • PLA (Polylactic Acid,)
  • NYLON (Polymide)
  • PEEK
  • PET (Polyethylene Terephthalate)
  • PETG (Glycol Modified version of Polyethylene Terephthalate (PET))
  • ULTEM
  • HIPS
  • PVA

2. Composite (Bahan Campuran)

  • CONDUCTIVE / KONDUKTOR
    Bahan ini biasanya berbasis bahan plastik PLA atau ABS yang di campur dengan bahan konduktor, sehingga dapat mengalirkan listrik.
    Bahan ini sering digunakan untuk keperluan ajar-mengajar atau DIY seperti menghidupkan LED, Arduino dan lainnya.
  • METAL / PLASTIC FILAMENT
    Filament loga yang dimaksud disini bukan 100% berbahan logam. Namun, logam terlah dicampur dengan bahan utama termoplastik seperti PLA dan ABS.
  • ALUMIDA
    Alumina adalah campuran bahan nilon dan aluminium
  • WOOD
    Kayu juga bukan berbahan 100% kayu, namun serat-serat kayu yang  dicampur dengan bahan termoplastik

3. Metal

  • ALUMINIUM
  • COBALT CHROMIUM
  • TEMBAGA
  • PERUNGGU
  • ICONEL
  • NIKEL
  • EMAS
  • PERAK
  • PLATINUM
  • STAINLESS STEEL
  • TITANIUM

4. Keramik

5. Lilin

6. Kertas

7. Batu Pasir / Gipsum

8. Resin

  • Resin SLA
  • Resin PolyJet


Jika anda ingin membandingkan antar filament agar dapat memlilih bahan baku yang sesuai dengan kebutuhan anda, saya menyarankan untuk melihat Tabel Perbandingan yang telah dibuat oleh Simplify 3D.


Bagaimana cara memulai cetak objek 3D?

Ada dua cara. Pertama beli printer 3D dan Kedua menggunakan Jasa Cetak 3D Printing.

Kini telah banyak printer 3D dijual dipasaran, anda dapat melihat di marketplace toko hijau, toko merah, toko kuning dan lainnya. 

Jika anda ingin membeli untuk keperluan rumahan, home industri, atau sekedar hoby, harga printer 3D juga beragam, mulai dari 2jtan - 20jtan.

Jika anda tidak ingin membeli printer 3D, anda dapat mencoba jasa cetak 3D printing. Selain menghemat waktu, anda juga tidak perlu pusing memikirkan prosesnya. Anda tinggal menunggu dirumah.

Contoh hasil cetak dari objek 3D adalah sebagai berikut:

 
Apa itu 3D Printing? Bagaimana Cara Menggunakannya?

 
Apa itu 3D Printing? Bagaimana Cara Menggunakannya?
 
Apa itu 3D Printing? Bagaimana Cara Menggunakannya?
 Apa itu 3D Printing? Bagaimana Cara Menggunakannya?
 
Apa itu 3D Printing? Bagaimana Cara Menggunakannya?
 
Apa itu 3D Printing? Bagaimana Cara Menggunakannya?
 
Apa itu 3D Printing? Bagaimana Cara Menggunakannya?

 
Apa itu 3D Printing? Bagaimana Cara Menggunakannya?

 
Apa itu 3D Printing? Bagaimana Cara Menggunakannya?
 
Apa itu 3D Printing? Bagaimana Cara Menggunakannya?
 
Apa itu 3D Printing? Bagaimana Cara Menggunakannya?
 


Semoga bermanfaat.

Post a Comment for "Apa itu 3D Printing? Bagaimana Cara Menggunakannya?"